Minggu, 10 Agustus 2014

Kisah "sederhana"

"Ku buka jendela dan merasakan cerahnya pagi.
Membayangkan wajahmu tersenyum di hadapanku.
Seakan kau berikan semangat kepadaku untuk jalani hari-hariku."

Hmm... lima tahun yang lalu. Ya, benar, aku ngga salah, lima tahun lalu aku menulis kata-kata ini untukmu. Tak kusangka kau masih menyimpannya. Kata-kata yang membuatmu tersenyum. Mungkin, aku harap begitu.

Sempat terlupakan olehku tapi kau selalu mengingatkannya. Kau tau, di balik kata-kata itu ada hati yang sedang berbunga, sedang mabuk kepayang oleh rasa yang aku sebut mmmm.. mungkin cinta. Haha, tertawa dalam hati sangat menggelikan. Kau pernah mengalaminya? Suara tawa ngga akan kau dengar dalam kondisi seperti ini. Hanya garis senyum yang muncul di wajahmu.

Lima tahun berlalu, aku lupa tentang kata-kata itu, tentang perasaan dulu, tapi aku ngga lupa, tentang siapa dirimu, tentang siapa kita. Kita tak lebih hanyalah dua bocah yang berjalan menelusuri sebuah lorong keraguan dan tersesat di dalam kisah "sederhana". Ya,, penantian satu tahun dan menjalani hubungan satu atau dua bulan itu "sederhana". Haha.

Sampai kau datang kembali di hadapanku, mengingatkanku akan semuanya, semua rasa yang pernah kurasakan dulu. Kau coba mengulang kembali semuanya, hari-hari yang terlewatkan dulu. Aku ngga bisa menolak, menolakmu yang mencoba menghidupkan kembali perasaan dan kenangan dulu. Ntah. Aku ngga menolak karena aku memang mau atau karena aku ngga peduli. Aku pun ngga tau. Yang kutau kau sudah ada di sampingku, menggenggam lenganku dan bersandar di bahuku. Cukup singkat bukan? Ya aku sudah bilang tadi ini kisah "sederhana".

Dan kini kututup jendela dan senja mulai tenggelam. Aroma mawar menyelimuti indahnya langit jingga, jingga kehitam-hitaman. Sembari kututup jendela aku berbisik..

"Senja..sambutlah sang bulan dan tenggelamlah bersama bayangnya
Bayangnya yang berbaur dengan awan jingga menghiasi hamparan langit
Dan biarkan aku terlelap dan bermimpi
Sampai kulihat sosoknya esok pagi,
Menggenggam kembali kisah 'sederhana' ini"




Nanda Boess

Tidak ada komentar:

Posting Komentar